Jumat, 03 April 2020

Akuntansi Anti Pusing-Pusing Club:-D

Assalamu'alaiksalamum wr,wbr dan haloo semmua salam kenal aku :
Nama   : Indri Elysa Putri
Npm     : 19011008
Jurusan : Manajement Pariwisata
Dosen   : Nurlinda, SE,M.SI
Kampus: Stim Sukma 

Teman-teman disini saya mau berbagi ilmu yg luar biasa yaa apalgi kalau bukan Akuntansi, disini yg saya bahas adalah Perusahaan Dagang, Skuyy kita bahas apa itu perusahaan dagang.

Akuntansi perusahaan dagang merupakan satu dari dua perusahaan yang ada selain perusahaan jasa. Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang kegiatannya memebeli barang dan menjualnya lagi tanpa merubah bentuknya. Perusahaan – perusahaan yang digolongkan sebagai perusahaan dagang antara lain adalah distributor, agen tunggal, pengecer, toko swalayan, toko serba ada, plasa, pusat-pusat perbelanjaan, atau pusat barang-barang grosir. Langkah-langkah dalam siklus akuntansi untuk perusahaan dagang sama saja dengan langkah-langkah untuk perusahaan jasa. Namun, perusahaan dagang memiliki akun dan ayat jurnal tambahan yang dilakkukan untuk mencatat transaksi perdagangan.
Bila dikaitkan dengan dunia perusahaan didalam suatu perusahaan diperlukannya konsep yang melandasi pemasaran yaitu kebutuhan, keinginan, permintaan, produk, nilai, kepuasan dan mutu, pertukaran, transaksi, dahn hubungan dengan pasar.
Dalam dunia usaha apapun termasuk dalamnya usaha dagang, peran akuntansi adalah sangat strategis, sebaik apapun output dari suatu kegiatan usaha tidak diimbangi oleh sistem pencatatan akuntansi keunagan yang handal, maka tidak akan berarti apapun.


. Ciri-ciri Perusahaan Dagang

·         Aktivitas utamanya adalah membeli, menyimpan, dan menjual kembali barang-barang dagang.
· Perusahaan tidak melakukan proses produksi terhadap barang-barang yang dijual.
·Keuntungan yang diperoleh berasal dari Penjualan dikurangi biaya pembelian dan biaya operasional.
·Bentuk usaha yang dilakukan adalah membeli dan menjual kembali barang-barang dagang tanpa        ada proses pengolahan. dan Kegiatan akuntansi pada perusahaan ini menggunakan akun persediaan   barang, dimana perhitungan harga pokok penjualan dan laporan laba rugi memakai bentuk single   step dan multiple step.


Kegiatan Perusahaan Dagang
  • Bentuk perusahaan ini memiliki beberapa kegiatan utama yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Mengacu pada pengertian yang dijelaskan di atas, adapun kegiatan utama usaha dagang adalah sebagai berikut :
  • Pembelian, yaitu kegiatan perusahaan yang mencakup pembelian aktiva perusahaan, pembelian barang-barang dagang, dan pembelian barang lainnya untuk kegiatan usaha.
  • Pengeluaran uang, yaitu kegiatan perusahaan yang mengeluarkan uang untuk membeli barang/ jasa, membayar pajak, membayar utang, dan keperluan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha.
  • Penjualan, yaitu kegiatan perusahaan menjual barang-barang perdagangan untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan.
  • Penerimaan uang, yaitu kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan penjualan barang. Penjualan barang akan sertai dengan penerimaan uang yang diperoleh dari pembayaran, pelunasan, piutang, penjualan barang, dan lain-lain.
dan disini ada contoh kasus dan penyelesaiannya, ( cara buka nya yg ada bacaan "contoh kasus" itu di klik dan teman-teman semua bisa lihat deh contoh kasus beserta dengan penyelesaiannya). 
        Contoh Kasus

Oke teman-teman semua hanya ini yg bisa saya berikan, kurang lebih saya mohon maaf, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk teman-temaan semua. Jangan lupa di koment dan di share ya hehehe salam terimakasih dari sayaa Indri :-)


Minggu, 22 Maret 2020

Skuyy Belajar Akuntansi Anti Ribet

Assalamu’alaikum, haloo gais  
Kenalan skuyy :
Nama            : Indri Elysa Putri
Kelas             : Gabungan Sem II Kanan
NPM             : 19011008
Pelajaran      : Pengantar Akuntansi II
Nama Dosen : Nurlinda, SE., Ak., M.Si., CA
Kampus        : Stim Sukma (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma)
Jurusan        : Manajemen Pariwisata

karena saya sudah memperkenalkan diri so saya akan memberitahu kepada kalian tentang Jurnal Khusus oke checkitdout.....

Definisi Jurnal Khusus

Jurnal khusus merupakan sebuah jurnal yang lazimnya digunakan dalam pencatatan bukti transaksi keuangan yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi yang serumpun atau sejenis. Misalnya bukti transaksi faktur penjualan, bukti faktur penjualan sebagai bukti telah terjadinya transaksi penjualan dengan kredit akan dicatat kedalam jurnal khusus penjualan.
Jurnal khusus juga dapat di kelompokkan sesuai dengan jenis transaksi dilakukan secara kronologis,urut, sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi ,Mencatat semua transaksi dalam buku jurnal, Pencatatan hasil analisis yang berwujud pendebitan dan pengkreditan akun akun yang terpengaruh beserta jumlahnya.
jurnal khusus adalah pencatatan transaksi yang terjadi dalam perusahaan dan dikelompokkan dalam jenis yang sama, sering terjadi, dan berulang dalam satu periode akuntansi baik bulanan, triwulan, maupun tahunan. Alasan mengapa jurnal khusus lebih cocok digunakan untuk perusahaan dagang adalah karena perusahaan dagang membutuhkan identifikasi jumlah dan transaksi sejenis dengan intensitas yang tinggi. 

Jenis Jurnal Khusus

JURNAL PEMBELIAN (Purchase Journal)
Jurnal pembelian dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi pembelian secara kredit.
Pemakaian jurnal ini bertujuan untuk menyederhanakan pencatatan dalam jurnal dan memudahkan posting ( pembukuan ) kedalam rekening-rekening buku besar .
Pencatatan dalam juranal pembelian dilakukan secara harian atas semua transaksi pembelian kredit, sesuai dengan tanggal teradinya transaksi, sedangkan posting kealam rekening-rekening buku besar dilakukan secara komulatif pada akhir bulan.
Perusahaan dapat menyediakan jurnal pembelian untukmencatat pembelian barang dagangan secara kredit saja, dapat pula menyediakan jurnal pembelian untuk mencatat semua pembelian.
Keterangan;
  • 1.     Kolom tanggal untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi pembelian.
  • 2.     Untuk mencatat nomor faktur atas pembelian barang dagangan.
  • 3.    Tempat mencatat nama dan alamat kreditur, darimana perusahaan membeli barang                     dagangan   tersebut.
  • 4.     Untuk mencatat syarat pembayaran sebagaimana tercatum dalam faktur, misalnya                      2/10,n/30
  • 5.   Tempat memberi tanda ( v ) setelah jumlah tersebut dipindahkan kerekening-rekening buku       besar pembantu yang sesuai.
  • 6.   Tempat mencatat jumlah rupiah sesuai dengan yang tercatat dalam faktur.

Jika jurnal pembelian digunakan untuk mencatat semua pembelian secara kredit, baik untuk barang dagangan maupun lain-lain,maka disediakan kolom untuk rekening-rekening yang sering berulang terjadi, sedangkan untuk rekening yang jarang terjadi disediakan kolom serba-serbi.
Jika terjadi pembelian barang yang kolomnya sudah tersedia maka pencatatannya dilakukan sebagai berikut :
1.               Mencatat tanggal kejadian, nomor faktur dan syarat pembayaran pada kolom yang tersedia.
2.               Mencatat nama dan alamat kreditur pada kolom keterangan.
3.               Mencatat jumlah rupiah pada sisi debet di kolom rekening yang sesuai dan pada sisi kredit   
4.               pada kolom utang dagang.
Jika terjadi pembelian barang secara kredit sedangkan kolomnya tidak tersedia secara khusus, maka nama rekening dan jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi, dan selanjutnya jumlahnya dicatat pula pada sisi kolom utang dagang.
Contoh :








JURNAL PENGELUARAN KAS (Cash Disbursements Journal)
Jurnal pengeluaran kas dipergunakan untuk mencatat semua transaksi pengeluaran atau pembayaran dengan uang tunai.
Keterangan;
  • 1.  Mencatat tanggal,nomor bukti, pada kolom yang tersedia.
  • 2.  Mencatat nama dan alamat debitur atau keterangan lain yang bersangkutan dengan                    transaksi, pada kolom keterangan.
  • 3. Mencatat jumlah disisi debet pada kolom rekening yang sesuai dan sisi kredit kolom kas.
Transaksi yang kolomnya tidak tersedia, pencatatannya dilakukan seperti diatas, namun untuk nama rekening dan jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi.

Kolom kas untuk mencatat jumlah uang yang dibayarkan sedangkan kolom potongan pembelian untuk mencatat jumlah potongan atas pembayaran utang karna melunasi dalam masa potongan.
Contoh :








JURNAL PENJUALAN (Sales Journal)
Jurnal penjualan dipergunakan untuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit.
Keterangan:
1.      Tempat mencatat tanggal terjadinya transaksi.
2.      Tempat mencatat nomor faktur.
3.      Diisi dengan nama debitur beserta alamatnya.
4.      Tenpat mencatat syarat pembayaran, misalnya 2/10, n/30.
5.      Untuk memberi tanda (v) jika jumlah tersebut sudah dipindahkan kebuku besar pembantu piutang.
6.      Untuk mencatat jumlah sesuai dengan yang terdapat pada faktur.
Contoh :









JURNAL PENERIMAAN KAS (Cash Receipts Journal)
Jurnal penerimaan kas dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi penerimaan uang tunai. Kolom-kolom dalam jurnal penerimaan dalm kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Penjelasan:
1.      Transaksi yang kolom rekeningnya sudah tersedia, dicatat tanggal kejadianya pada kolom tanggal , nama dibetur atau keterangan lain pada kolom keterangan, sedangkan jumlahnya dicatat di sisi debit pada kolom kas, dan sisi kredit pada kolom yang sesuai.
2.      Transaksi yang kolom rekeningnya tidak tersedia, jumlahnya dicatat pada kolom kas disisi debet dan nama rekening serta jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi.
3.      Kolom kas untuk mencatat uang yang diterima, sedangkan kolom potongan penjualan untuk mencatat jumlah potongan yang diberikan karena pelunasan piutang dalam masa potongan.
4.      Setiap transaksi paling sedikit dicatat dalm dua kolom, yaitu satu kali di sisi debet dan satu lagi disisi kredit.
Contoh :







JURNAL UMUM (MEMORIAL)
Bagi perusahaan yang memakai jurnal khusus, masih mempergunakan jurnal umum, yang berfungsi untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat di dalam jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan dan juenal penerimaan kas.
Contoh :








Perbedaan Jurnal Umum Dengan Jurnal Khusus


Manfaat Jurnal Khusus :


1. Memberi kemudahan pencatatan keuangan secara sistematis
Jurnal khusus terbagi atas 4 jenis transaksi keuangan, yaitu pembelian barang dagangan, penjualan barang dagangan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas. Transaksi keuangan yang terjadi pada perusahaan dapat dicatat dan dikelompokkan pada jurnal khusus tersebut berdasar jenis transaksinya. Di sini tercipta pencatatan keuangan secara sistematis.
2. Menyajikan data keuangan lebih cepat dan jelas
Jurnal khusus memuat transaksi-transaksi keuangan yang sejenis. Seperti pembelian barang dagangan saja, atau penjualan barang dagangan saja, atau penerimaan kas perusahaan saja, atau pengeluaran kas saja. Dengan adanya jurnal khusus tersebut, jelas telah terjadi pengelompokan data yang sejenis.
3. Mempercepat proses data transaksi keuangan
Dengan adanya pengelompokan data seperti pada poin 2, maka pemrosesan data keuangan bisa lebih cepat terjadi. Jika menggunakan jurnal umum saja, 100 kali transaksi akan dijurnal, dikelompokkan, diikhtisarkan 100 kali pula. Berbeda dengan jurnal khusus. Transaksi keuangan perusahaan dagang yang terjadi 100 kali (sejenis) dapat dijurnal lebih praktis pada jurnal khusus. Pengelompokan dan pengikhtisaran datanya bisa 1 kali saja berdasarkan jenis akun. Maka proses penyajian laporan bisa lebih cepat. Dalam hal ini jurnal khusus telah mempercepat proses data transaksi keuangan yang terjadi pada perusahaan.
4. Memudahkan dalam pembagian pekerjaan akuntansi (spesialisasi)
Pada perusahaan dagang, kegiatan usaha yang rutin terjadi berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dagangan. Maka dengan adanya jurnal khusus untuk pembelian dan atau penjualan barang dagangan, pembagian pekerjaan akuntansi menjadi lebih mudah. Satu orang akuntan bisa menangani masalah pembelian atau penjualan barang dagangan saja. Sehingga terdapat spesialisasi pekerjaan yang dimungkinkan dapat dilakukan dengan mudah berdasarkan jenis jurnal atau jenis transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang. Terlebih pada perusahaan dagang yang telah berkembang dan besar. Di mana adanya jurnal khusus menjadi suatu keharusan. Hal tersebut akan mendorong adanya penanganan pekerjaan secara spesialis yang menciptakan hasil pekerjaan yang semakin baik, efektif serta efisien.
5. Mempermudah proses pemostingan ke buku besar
Dengan adanya jurnal khusus, pemostingan data ke buku besar dapat dilakukan secara berkala dengan lebih praktis dan mudah. Hal itu mungkin terjadi karena dalam jurnal khusus memuat transaksi-transaksi sejenis yang dibukukan dengan akun yang sama. Sehingga pemostingan pun dapat dilakukan serentak beberapa transaksi keuangan berdasarkan jenis akunnya. Misal pada jurnal khusus pembelian barang dagangan, terdapat akun pembelian. Dalam 1 hari terjadi 10 transaksi pembelian barang dagangan dari supplier yang berbeda-beda. Maka pemostingan ke buku besarnya bisa dilakukan berdasar akun pembelian saja yang memuat kesepuluh transaksi pembelian tersebut. Dalam hal ini pemostingan data ke buku besar pun menjadi lebih mudah dan praktis.
6. Menjadikan pekerjaan akuntansi lebih efektif dan efisien

Pada jurnal umum, untuk 100 jenis transaksi diperlukan 100 kali penjurnalan meski itu adalah transaksi keuangan yang sama atau sejenis. Maka pemostingan ke buku besar pun menjadi 100 kali pemostingan. Hal tersebut berbeda jika menggunakan jurnal khusus. Penjurnalan dapat dilakukan lebih praktis. Pemostingan data ke buku besar pun dapat dilakukan 1 kali saja berdasarkan jenis akun yang terdapat pada jurnal khusus terkait.

REFERENSI

Pratikum Akuntansi Perusahaan Jasa,Dagang,dan Manufaktur.Media Tama.Sari Dwi Astuti
Akuntansi Keuangan.Media Tama.Sari Dwi Astuti


And then thank you gais udah mampir dan semoga bermanfaat ya buat kaliaan, salam sayang dari aku, wasalamu'alaikum wr.wb sampai jumpaaa dan jangan lupa like dan commentnya yaa satu like dan comment kalian berarti banget buat aku hehehe.